surat untuk mama

Ketika kau telah memutuskan untuk menikah, maka saat itulah dirimu sudah tidak lagi jadi milikmu sepenuhnya. Bagilah jiwa dan ragamu sebanyak anggota keluargamu.

Ma, apa kabar? Tak dapat kupungkiri betapa rindunya diriku berada bersama Mama dan Papa di rumah kita, duduk bersama di teras depan, dengan ditemani secangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng buatan Mama. Ah.. momen hangat seperti itu, akan selalu memanggilku untuk pulang.

Tapi, posisiku sebagai kepala rumah tangga di keluarga kecilku, membuatku tidak bisa seenaknya pulang kapan pun aku mau. Tanggungjawabku terhadap mereka, membuatku harus bisa berdamai dengan segala kepentingan pribadiku.

Mama tahu tidak, kalau aku punya sebuah teori tentang berkeluarga yang kuperoleh dari apa yang kulihat dari cara Mama mengurus kami dahulu?

Mama mau tahu teori apa yang kumaksud?

Baiklah, mari kuceritakan…. Continue reading

tobat

Alhamdulillah, blog Surau Inyiak bisa kembali tayang, setelah lebih dari 2 minggu tidak bisa diakses. Untuk kesekian kalinya, Ria kembali jadi “penyelamat” kekacauan yang kubuat. Terima kasih yang tak terhingga kuhaturkan kepada Ria. Semoga Allah SWT membalasi segala kebaikannya dengan pahala yang berlimpah. Aku tahu, betapa sibuknya Ria dengan pekerjaannya, namun masih bersedia meluangkan waktu untuk blogku ini. Bersyukur aku memiliki sahabat sebaik Ria.. :)   Continue reading

sydney opera house

Bagi pengguna WordPress.com, tentu di akhir tahun 2011 kemarin mendapatkan laporan perkembangan blognya melalui email bukan? Akupun demikian. Isi laporan tersebut terdiri dari hari paling sibuk, referrer, negara asal pengunjung, 5 komentator teraktif dan 5 postingan dengan komentar terbanyak. Laporan tersebut sudah pasti bermanfaat sekali bagi kita. Setidaknya itu bisa menjadi pemicu untuk terus berkreasi melalui blog.  Continue reading

lihat lebih dekat

Liburan ke Malang #5

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya lebih dekat
Dan kau akan mengerti
(dipopulerkan oleh Sherina)

Untuk memahami sesuatu, terkadang kita harus melihatnya lebih dekat, mengamati setiap sisinya dan mempelajari setiap prosesnya. Melihat dari kejauhan, seringkali menimbulkan pemahaman yang kurang maksimal, atau bahkan salah sama sekali. Dengan melihat lebih dekat, di samping menimbulkan pemahaman yang maksimal, juga melahirkan simpati dan penghargaan yang semestinya. Continue reading

buah dan bunga

Liburan ke Malang #3

Setelah semalam bermain permainan yang memacu adrenalin di Batu Night Spectacular (BNS), saatnya untuk menikmati pagi hari di Kota Batu melalui wisata agro. Tidak lengkap rasanya, kalau kita ke Batu-Malang jika tidak berwisata agro, karena kota ini terkenal dengan buah apel dan bunga aneka ragam. Maka, pagi hari Kamis, 22 Desember 2011, kami putuskan untuk berwisata ke Selecta dan sekitarnya. Continue reading

dikejar hantu

Liburan ke Malang #2

Hujan deras mengguyur Kota Batu sore itu. Ada kekhawatiran di hati kami. Jika hujan tidak kunjung reda, itu berarti rencana bermain di Batu Night Spectacular (BNS) yang berlokasi di desa Oro-oro Ombo, Batu-Malang tersebut terancam batal. Dari informasi yang kami peroleh, kebanyakan wahana di BNS merupakan permainan luar ruang. Maka, hujan adalah masalah utama yang akan menghalangi kegiatan bermain di area tersebut. Continue reading

beruntung di malang

Liburan ke Malang #1

Heran juga ya, kenapa Kota Malang itu diberi nama Malang. Padahal, dari tampakan lahiriyahnya, kota itu tergolong kota maju di Indonesia. Salah satu contohnya, bisa dilihat dari beberapa perguruan tinggi ternama, ada di sana. Sebut saja Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Bahkan, UIN Malang telah menjadi acuan banyak perguruan tinggi agama Islam (PTAI) di Indonesia dalam banyak hal, termasuk STAIN Curup tempatku mengajar, juga banyak belajar dari kemajuan UIN Malang. Continue reading

perjalanan ajaib

“Jika tak bisa berada di tempat terbaik, maka berusahalah menjadikan tempat di mana kau berada sekarang, sebagai yang terbaik”.

Aku cukup lama termenung begitu mendengarkan kalimat itu diucapkan. Bukan semata karena kalimat itu terasa dahsyat, tapi juga karena si penuturnya yang mengagumkan.

Siapakah dia? Continue reading